Sabet Delapan Piala Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kecamatan Cilacap Selatan
SD Al Irsyad 01 Cilacap meraih prestasi yang membanggakan dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Cilacap Selatan yang diadakan di Kampus Adipati Gobog, Cilacap. Pada acara yang berlangsung meriah ini, SD Al Irsyad 01 berhasil mengantongi delapan piala dari berbagai cabang lomba.
Festival Tunas Bahasa Ibu adalah sebuah kompetisi tahunan yang bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa serta budaya lokal di kalangan anak-anak sekolah. FTBI menjadi sarana penting untuk memperkenalkan serta memupuk kecintaan siswa terhadap kekayaan budaya dan bahasa daerah.
Tujuan utama dari FTBI adalah untuk menginspirasi generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan memelihara bahasa serta budaya lokal. Melalui berbagai cabang lomba yang ditawarkan, festival ini mendorong siswa untuk mengasah keterampilan mereka dalam bahasa dan sastra daerah, serta meningkatkan rasa bangga terhadap warisan budaya mereka.
Pada tahun ini, FTBI menampilkan tujuh cabang lomba, yaitu:
- Nembang Macapat (membaca puisi Jawa)
- Sesorah (pidato dalam bahasa daerah)
- Nulis Cerkak (menulis cerita pendek)
- Ndagel Ijen (bermain peran)
- Maca Geguritan (membaca sajak Jawa)
- Mendongeng (bercerita)
- Nulis Maca Aksara Jawa (menulis dan membaca aksara Jawa)
SD Al Irsyad 01 Cilacap mengirimkan tujuh siswa putra dan tujuh siswa putri untuk mengikuti seluruh cabang lomba. Berikut adalah hasil prestasi yang diraih:
- Juara 1 Menulis Cerkak Putra: Ibrahim Alkhalifi Rivesya
- Juara 2 Menulis Cerkak Putri: Mentari Naila Nurhermawati
- Juara 1 Macapat Putri: Alya Mutya Rahmah
- Juara 3 Macapat Putra: Fathir Haidar Al Khatiri
- Juara 2 Mendongeng Putra: Aoshi Alfath Subekti
- Juara 2 Pidato Putri: Syahira Putri Mahardika
- Juara 2 Menulis dan Membaca Aksara Jawa: Anindya Cinta Mossa Bintara
- Juara 3 Geguritan Putra: Rhenandi Alvis Purnomo
Kami mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada seluruh siswa yang telah berjuang keras dan berhasil meraih prestasi. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan luar biasa dari berbagai pihak. Terima kasih yang mendalam kepada ustadzah pengampu, orang tua, serta pihak panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini.
Harapan kami setelah meraih prestasi ini adalah agar semangat untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa serta budaya lokal terus berkobar di kalangan siswa. Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi semua siswa untuk terus berprestasi dan mempromosikan kekayaan budaya daerah mereka dengan lebih giat lagi di masa mendatang.